Senin, 26 September 2022

KEPALA INTAN

 KEPALA INTAN

Kenapa saya tulis Intan, karena intan itu, yang saya tahu adalah benda paling keras, paling susah dipecahkan tau diurai, kecuali dengan intan juga. Berbeda dengan batu yang mudah pecah dan bisa dihancurkan.
Beda pendapat adalah anugerah dan Rahmat-Nya kepada seluruh makhluk-Nya, yang diciptakan memang berbeda. Bahkan ciptaannya yang disebut kembarpun pasti ada perbedaan. 
Tuhan telah menciptakan ada warna-warni yang berbeda. Tapi ditangan seorang seniman, dengan komposisi warna dan penempatan tertentu akan menghasilkan suatu karya seni yang sangat indah serta mengagumkan.
Dan memang sampai kapanpun perbedaan itu pasti ada dan kita sikapi.
Yang terjadi di Bumi Pertiwi ini bahkan yang hebohpun, sesungguhnya berasal dari perbedaan itu sendiri dengan cara penyikapannya. 
Karena sebagian pihak/orang merasa; ini yang paling benar, paling sesuai, paling bermanfaat buat ummat dan paling paling lainnya. 
Dan kalau sudah begini, sebenarnya kita nggak beda dengan; Fir’aun, Hammam, Namrud, Abu Jahal, Al Capoon, dan lain sebagainya. Karena saya yakin perbuatan mereka yang membunuh, merampas hak orang lain, dan lain sebagainya pasti ada pembenarannya. Seperti pembenaran demi rakyat banyak, keluarga, buah dari perjuangannya dan lain sebagainya.
Untuk itulah dan dengan berdasarkan keyakinan saya, nanti semuanya akan ada pembalasan dari perbuatan kita.
Mulut di ciptakan satu buah, dan kuping, tangan, kaki di ciptakan dua buah untuk lebih banyak mendengar, berbuat dan bertindak.
Sebagai gambaran terbaru, tatkala saya tanya petugas pengamanan (menurut ybs,) yang mengamankan demonstrasi, ada adik adik kita membawa Clurit, rantai sepeda dan lain sebagainya. Dan ketika ditanya yangdi jawab adalah untuk melawan petugas kita.
Ini pasti ada yang tidak pas, saya menduga mungkin dari sisi mereka melihat harapan, sumbatan aspirasi, keadilan dan barier masa depanya, yang kecilnya kesempatan ybs. Untuk beraktualisasi dirinya.
Yang kelompok yang di demo sebaiknya dalam hal ini seharusnya mencari pintu baru dalam menerima masukan, kritikan dan usulan dari pihak lainnya.
Pasti ini bisa kita lakukan ayo kita mulai dari saya dan anda dengan koridor kemungkinan yang paling baik belum tentu versi saya. Kita jangan terlalu berharap kepada pihak/Lembag lain untuk nasib kita. Jangan pernah menyerah dengan kondisi sekecil apapun kontribusi yang kita lakukan.
(MS Siregar, Ampera 26/09/2019) .

Senin, 11 Juli 2022

AL BAQARAH

 AL BAQARAH

Jika diandaikan al Qur'an adalah buku ilmiah secara harfiah... 
Maka al Fatihah (Sebagai surat pertama) adalah pembukaan atau ringkasan atau sejenisnya...
Tentu surat selanjutnya adalah isi atau pembahasan. dan menariknya surat yg kedua diberi nama Al Baqarah. Yang artinya Sapi Betina. 
Kenapa sapi betina? 
Apa kejadiannya?
Singkatnya.
Dikisahkan bahwa Nabi Musa (Moses) menyuruh pengikutnya untuk mencari se ekor sapi untuk di potong (yakni bangsa Yahudi) untuk suatu urusan.
Yang terjadi, rombongan ini bolak-balik bertanya (minta lebih detail) kepada Musa yang sebenarnya membuat sulit mereka sendiri...
Didalam pencarian sapi ini, mereka   selalu berdebat sesamanya tentang sesuatu hal yg tidal ditentukan oleh Musa. Sehingga mereka bolak balik menanya kembali tentang sapi dimaksud..
Mulai dari jenis kelamin sapinya yg ditanyakan...
umur yang ditanyakan...
Warna sapi
dan seterusnya..
sampai sampai hampir-hampir mereka tidak menemukan sapi dengan kriteria yg dibuat mereka sendiri...
Semoga kita bukan termasuk golongan yg mempersulit diri sendiri...

Sekolah KNOWING vs Sekolah BEING

 *"Sekolah KNOWING vs Sekolah BEING"*

Copas...
Kantor kami, perusahaan PMA dari Jepang, mendapat pimpinan baru dari perusahaan induknya. Ia akan menggantikan pimpinan lama yang sudah waktunya kembali ke negaranya.

Sebagai partner, saya ditugaskan untuk mendampinginya selama ia di Indonesia. Saya memperkenalkan kepadanya relasi, dan melihat objek wisata kota Jakarta dan Bandung.

Pada saat kami ingin menyeberang jalan, teman saya ini selalu berusaha untuk mencari zebra cross. Berbeda dengan saya dan orang Jakarta yang lain, dengan mudah menyeberang di mana saja sesukanya.

Teman saya ini tetap tidak terpengaruh oleh situasi. Dia terus mencari zebra cross ataupun jembatan penyeberangan setiap kali akan menyeberang. Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dengan sarana seperti itu.

Yang lebih memalukan, meskipun sudah ada zebra cross tetap saja para pengemudi tancap gas, tidak mau mengurangi kecepatan guna memberi kesempatan pada para penyeberang. 

Teman saya geleng-geleng kepala mengetahui perilaku masyarakat kita. Akhirnya saya coba menanyakan pandangannya mengenai fenomena menyeberang jalan.

Saya bertanya, mengapa orang-orang di negara ini menyeberang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa zebra cross itu adalah sarana untuk menyeberang jalan. Sementara mengapa dia selalu konsisten mencari zebra cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dengan sarana tersebut.

Pelan-pelan dia menjawab pertanyaan saya, *"It's ALL HAPPENS BECAUSE OF THE EDUCATION SYSTEM."*

Saya kaget juga mendengar jawabannya. 

Apa hubungannya menyeberang jalan sembarangan dengan sistem pendidikan?

Dia melanjutkan penjelasannya, "Di dunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yang hanya menjadikan anak-anak kita menjadi makhluk 'KNOWING' atau SEKEDAR TAHU SAJA, sedangkan yang kedua sistem pendidikan yang mencetak anak-anak menjadi mahluk 'BEING'.

Apa maksudnya?

Maksudnya, sekolah hanya bisa mengajarkan banyak hal UNTUK DIKETAHUI PARA SISWA. Sekolah TIDAK MAMPU MEMBUAT SISWA MAU MELAKUKAN APA YANG DIKETAHUI SEBAGAI BAGIAN DARI KEHIDUPAN NYA. 

Anak-anak tumbuh hanya menjadi 'MAHKLUK KNOWING', hanya sekedar 'MENGETAHUI' bahwa:
» ZEBRA CROSS adalah TEMPAT MENYEBERANG.
» TEMPAT SAMPAH adalah UNTUK MENARUH SAMPAH.

Tapi "MEREKA TETAP AKAN MENYEBERANG DAN MEMBUANG SAMPAH SECARA SEMBARANGAN".

Sekolah semacam ini BIASANYA MENGAJARKAN "BANYAK SEKALI MATA PELAJARAN". 

Tak jarang membuat para siswanya STRESS, PRESSURE dan akhirnya MOGOK SEKOLAH.

"SEGALA MACAM DIAJARKAN" dan BANYAK HAL DIUJIKAN, "TETAPI TAK SATUPUN DARI SISWA YANG MENERAPKANNYA SETELAH UJIAN". 

Ujiannya pun HANYA SEKEDAR TAHU, 'KNOWING'.

Di negara kami, sistem pendidikan BENAR-BENAR DIARAHKAN UNTUK MENCETAK MANUSIA-MANUSIA YANG "TIDAK HANYA TAHU apa yang benar tetapi MAU MELAKUKAN APA YANG BENAR SEBAGAI BAGIAN DARI KEHIDUPANNYA'.

Di negara kami, anak-anak hanya diajarkan 3 mata pelajaran pokok:
1. Basic Science
2. Basic Art
3. Social

Dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus dan dibandingkan dengan kejadian nyata di seputar kehidupan mereka. Mereka tidak hanya TAHU, mereka juga MAU menerapkan ilmu yang diketahui dalam keseharian hidupnya. 

Anak-anak ini juga TAHU PERSIS ALASAN MENGAPA MEREKA MAU atau TIDAK MAU MELAKUKAN SESUATU.

Cara ini mulai diajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yang kelak akan membentuk mereka menjadi makhluk 'BEING', yakni MANUSIA-MANUSIA YANG MELAKUKAN APA YANG MEREKA TAHU BENAR."
 
Betapa sekolah begitu MEMEGANG PERAN YANG SANGAT PENTING BAGI PEMBENTUKAN PERILAKU DAN MENTAL ANAK-ANAK BANGSA.

Tidak hanya sekadar berfungsi sebagai "LEMBAGA SERTIFIKASI" yang "HANYA MAMPU MEMBERI IJAZAH" kepada para anak bangsa.

KARAKTER, PERILAKU dan KEJUJURAN adalah landasan untuk membangun anak didik yang LEBIH BERADAB DALAM BERPERILAKU. 

BUKAN SEKEDAR ANGKA-ANGKA AKADEMIK seperti yang tertera di buku-buku raport sekolah ataupun Indeks Prestasi IPK.

KEJUJURAN dan ETIKA MORAL adalah PRIORITAS UTAMA, sedangkan kepintaran itu kita kembangkan kemudian, karena SETIAP ANAK TERLAHIR PINTAR dan pendidikan itu sendiri adalah perkembangan.

Oleh sebab itu, seyogyanya, kita TIDAK PERLU TERLALU RISAU jika seorang anak belum bisa calistung (baca tulis hitung) saat masuk SD atau bahkan setelah sekolah SD sekalipun. Tapi mestinya harus peduli jika seorang anak TIDAK JUJUR dan BERETIKA BURUK. 

Pendidikan itu BUKAN PERSIAPAN UNTUK HIDUP,  karena PENDIDIKAN ADALAH KEHIDUPAN SEPANJANG HIDUP.

Rabu, 22 Juni 2022

BERHENTI MEROKOK

 JOKE

Ketemu bapak pensiuan 
+ Bapak sehat ya pak.?
- Iya betul
+ Untuk seusia Bapak ini (+70th), masih kuat olah raga ya.
- Saya olah raga sepeda 2 kali seminggu. Bisa 50 kilo sekali jalan.
+ (Hebat euy dalam hati). Pantas aja sehat, dan bapak sudah berhenti merokok ya.
- Iya betul saya dari dulu berhenti merokok..
+ Maksud bapak...??
- Iya maksudnya.... kalau pas berhenti (sepedaannya) ya, merokok...
+ ...???@$
(He....he....he...)
Joke malam minggu

CINTA DARI KOTA WHITE OAK

 CINTA DARI KOTA WHITE OAK

Hidup itu akan damai dengan Agama, Hidup itu menjadi mudah dengan Teknologi/Ilmu, dan hidup itu akan menjadi indah dengan cinta dan kasih sayang. Berikut ini saya teruskan cerita tentang kekuatan cinta.
Pada tahun 1971, sebuah surat kabar New York menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di kota kecil White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita cantik dan baik. Sayangnya dia tidak menjadi suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan istrinya.
Satu malam, dia mencuri semua uang istrinya, dan naik bis menuju ke kota besar, New York. Bersama beberapa temannya, dia mendirikan sebuah usaha dan sukses. Untuk sesaat, dia benar-benar menikmati hidup. Setiap hari dia berjudi, mengkonsumsi obat, dan berganti wanita.
Bulan dan tahun berlalu. Bisnisnya tiba-tiba mengalami kebangkrutan dan mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai melakukan berbagai tindakan criminal. Dia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu banyak orang. Pada suatu saat, dia ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara selama tiga tahun.
Di penjara, dia mulai merindukan rumahnya. Merindukan istri dan anaknya. Di benar-benar ingin berjumpa dengan mereka. Setiap hari di pikirannya hanya berisi tentang keinginan-keinginan itu.
Akhirnya di masa-masa akhir hukumannya, dia memberanikan diri untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesal dirinya. Bahwa dia begitu rindu dengan istri dan anaknya itu. Dia berharap bisa kembali, namun juga akan sangat mengerti bahwa mungkin semuanya sudah terlambat sekarang. Oleh karena itu, di akhir suratnya dia menulis,
“Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau menyatakannya? Ikatlah sebuah pita kuning pada satu-satunya pohon beringin besar di kota kita itu jika kamu masih mau menerimaku kembali. Apabila aku lewat di beringin itu dan tidak menemukan pita kuning yang diikat, tidak apa-apa. Aku mengerti. Aku tidak akan turun dari bis dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji untuk tidak akan mengganggumu lagi dan anak-anak seumur hidupku.”
Akhirnya hari pelepasannya pun tiba. Dia sangat gelisah. Tidak pernah ada surat balasan satu pun dari istrinya. Dia bahkan tidak tahu apakah istrinya menerima surat itu atau tidak. Dan jika dia menerimanya, apakah istrinya itu mau mengampuninya?
Dia menaiki bis menuju ke Miami, Florida, yang melewati kampong halamannya, White Oak. Dia begitu gugup ketika hampir sampai di White Oak. Seisi bis mendengar ceritanya karena dia membutuhkan dukungan. Dan semua penumpang pun kemudian meminta kepada sang supir bis untuk berjalan pelan-pelan ketika melewati White Oak, terutama di pusat kota di mana pohon beringin yang disebut orang itu berada.
Para penumpang bus berujar kepad sopir bus itu,
"Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. Kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya.
Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetes di matanya...Dia tidak melihat sehelai pita kuning...tidak ada sehelai pita kuning...tidak ada sehelai...melainkan ada seratus helai pita-pita kuning...bergantungan di pohon beringin itu...Ooh...seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!
Hatinya berdebar kencang ketika mendekati pusat kota. Dia mulai berkeringat dingin.
 Wajahnya terus menunduk tidak berani mengangkat kepalanya.
Akhirnya, dia memberanikan diri melihat pohon itu.
Air matanya langsung menetes seketika. Dia tidak melihat sehelai pita kuning. Tidak ada satu helai pita kuning. Yang ada adalah ratusan helai pita kuning yang memenuhi pohon itu.
Sang supir langsung menelepon surat kabar untuk menyampaikan cerita ini. Pada akhirnya, pada tahun 1973, seseorang menulis lagu tentang cerita ini dengan judul,  “Tie a Yellow Ribbon around the Old Oak Tree.” Dan lagu itu menjadi hits pada tahun itu. Berikut text dan lirik lagunya;
I’m coming home
I’ve done my time
And I have to know what is or isn’t mine
If you received my letter
Telling you I’d soon be free
Than you know just what to do
If you still want me
If you still want me
Oh tie a yellow ribbon
‘round the old oak tree
Its been three long years
Do you still want me
If I don’t see a yellow ribbon ‘round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me
‘Cause I couldn’t bare to see what I might see
I’m really still in prison
And my love she holds the key
A simple yellow ribbon is all I need to set me free
I wrote and told her please
Oh tie a yellow ribbon ‘round the old oak tree
It’s been three long years
Do you still want me
If I don’t see a yellow ribbon ‘round the old oak tree
I’ll stay on the bus, forget about us
Put the blame on me
If I don’t see a yellow ribbon ‘round the old oak tree
Now the whole damn bus is cheering
And I can’t believe
I see a hundred yellow ribbons ‘round the old
 
Anda pernah menceritakan cinta seperti itu? Cinta yang mau menerima dan memberi kesempatan kedua?
Anda pernah mengalami penyesalan tulus seperti itu? Penyesalan yang tidak akan melakukan kesalahan yang sama?
Anda pernah merasa terharu seperti itu? Seperti sudah melepaskan, ikhlas apa pun yang terjadi, tapi malah Anda mendapatkan?
Saya tidak tahu saya akan senang menjadi pria itu, atau istrinya. Menjadi keduanya pun saya senang bukan kepalang. Sebagai pria itu, saya hanya meminta sebuah pita kuning, tapi diberikan ratusan. Anda tahu betapa susahnya mengikat ratusan pita kuning? Dan sebagai istrinya, dia senang karena orang yang dicintainya akan kembali. Dan kali ini, membawa kasih sayang.
Bahkan menjadi penumpang bis itu pun saya akan senang bukan kepalang. Mungkin saya akan ikut menangis juga. 
Ah, Anda percaya dengan keajaiban? Anda percaya dengan cinta yang tulus? Anda percaya bahwa seseorang bisa sangat menyesal? 
Saya tidak tahu bagaimana dengan Anda. Tapi saya percaya semuanya.
Selamat menikmati hidup nyata. Yang tidak hanya keburukan, tapi juga banyak kebaikan. Hanya berbeda cara memandang. Hanya benar- berupa gosip dan fitnahbenar berbeda cara memandang.
(Diedit dari berbagai sumber)
So, Ayo kita bersyukur dan nikmati atas anugrah Allah yang melimpahkan sebagian cintakasih sayangnya. Dengan menhadirkan keluarga yang begitu baik berupa suami/istri dan anak anak yang saling mencintai. Juga dengan anugrah teman, Baik itu teman kantor, temanperkumpulan. Dan Jangan sia siakan. Dengan cara saling menasehati dan tolong menolong bukan saling menyakiti bahkan menyebar fitnah dan gosip.
MS Siregar,  Ampera 03 Jan 2020

HIDUP BERDAMPINGAN ORANG SIPIROK

 HIDUP BERDAMPINGAN ORANG SIPIROK

Waktu SD saya bersekolah di SDN3
 Sipirok. Yang lokasinya diapit oleh 2 rumah ibadah yg terbesar menurut saya di Sipirok, walaupun lebih dekat ke Gereja. Dan satunya Mesjid Sri Alam Dunia Sipirok. 
Kehidupan kekerabatan (istilah Dalihan Na Tolu) sangat kental terasa dalam kehidupan sehari hari. Rasanya perbedaan agama tidak pernah menjadi penghambat keakraban dan kekerabatan. Karena mungkin persaudaraan marga yg ada saling kait mengkait. Jika ada kegiatan atau pesta insya Allah saling bantu dan saling mendukung. Dikerjakan bersama.
Dan konon waktu membangun mesjid Raya Sri Alam Dunia semua warga gotong royong, membangun, membawa bekal konsumsi masing masing, sampai mesjid raya termegah di sipirok itu selesai dibangun. Termasuk non muslim ikut sampai selesai.
Demikian juga pembangunan Gereja HKBP(?) Bagas Godang di bangun bersama termasuk warga muslim ikut gotong royong membangunnya sampai selesai. Sungguh indah dan damai warga sipirok, dan saya bangga dengan itu semua.
Dua kali belakangan ini istri saya ikut pengajian dan menceritakan isi pengajiannya, yg sungguh bertolak belakang dengan keyakinan islam saya. Berisi ancaman dan bahaya dan cenderung mengarah teror kepada saudaraku yg non muslim. Bahkan yg terakhir menuduh haram bila ikut berpartisispasi dengan usaha koperasi. Saya sungguh tidak mengerti apalagi faham, jika agamaku menjadi teror dan ancaman untuk makhluk lainnya. 
Apa mungkin saya yg gagal faham ya? 
Pekayon, 28 desember 2016

PENDIDIKAN KESABARAN DAN RENDAH HATI (Bagian 3, Habis)

 PENDIDIKAN KESABARAN DAN RENDAH HATI (Bagian 3, Habis)

Masa kecil DR Arun (cucu Mahatma Gandhi) hidup jauh dari perkotaan, tinggal di daerah perkebunan yang membosankan bersama keluarga dan saudara perempuannya. Ditambah lagi  jarak antar tetangga juga sangat jauh dari rumahnya. Disaat suasana yang relatif mebosankan itu, Arun di ajak ayahnya untuk mengantarkannya dengan mobil mereka ke kota. Karena ayahnya akan menghadiri seminar (usia Arun saat itu sekitar 16 tahun). Tentu dengan jiwa mudanya dia merasa teramat senang atas kesempatan ini. Selain mengantar ayahnya tentu ia dapat berjalan-jalan berkeliling melihat suasana kota. 
Setelah ayahnya diantar ke gedung seminar, serta ayahnya tak lupa berpesan agar sore nanti sekitar  jam 17 dijemput, dan kalau  sempat mobil mereka di periksa di bengkel langganan mereka.
Arun berkeliling kota melihat suasana kota serta membeli beberapa barang pesanan ibunya. Kala melewati gedung bioskop Arun tergoda untuk nonton yang kebetulan bintang filmnya adalah bintang favoritnya. Karena ke asyikan nonton Arun lupa waktu dengan janjinya untuk menjemput ayahnya.  Pikirannya berkecamuk dan ia segera memacu kendaraannya untuk menjemput ayahnya yang sudah barang tentu telah  lama berdiri di depan gedung untuk menunggunya.
“Kau dari mana anakku” sapa ayahnya, Arun tidak berani menatap ayahnya dan dia tidak cukup punya keberanian untuk  menceritakan bahwa dia sebenarnya habis menonton sebuah film. Akhirnya ia mengatakan “Saya dari bengkel ayah, dan harus menunggu agak lama untuk perbaikan mobil kita”jawab Arun.
Wajah ayahnya berubah keruh dan menatap Arun sambil berkata. “Wahai anakku berarti ada yang salah dengan cara mendidikmu, sehingga engkau tidak berani untuk menyampaikan hal sebenarnya”. “Ayah telah salah mendidikmu, ayah telah gagal mengajarimu  untuk berkata jujur dan benar wahai anakku”. Dan Arun kini tahu bahwa ayahnya telah menelepon bengkel dan tahu Arun tidak kesana.
“Pasti ada yg salah dengan didikanku, dan sebagai hukumannya biarlah ayah berjalan kaki pulang kerumah”  dengan perasaan duka yg dalam dan kesedihannya ayah Arun berjalan kaki pulang kerumahnya. Arun mengikuti ayahnya dari belakang menyetir mobilnya dengan sangat perlahan. 
Penyesalan dan kesedihan yg mendalam di dalam dada Arun melihat ayahnya menghukum dirinya sendiri yang berjalan kaki pulang disepanjang jalan berdebu selama lebih dari 5 jam sungguh menyiksa perasaan Arun. Sehingga Arun berikrar mulai saat itu tidak akan pernah bohong lagi sepanjang hidupnya kepada siapapun. DR Arun mengatakan, andai ayahku menghukumku dengan cara yg lazim mungkin saja suatu saat akan melakukan kebohongan lagi.

Kamis, 16 Juni 2022

SOMBONG

 SOMBONG

“Kesombongan (Kebesaran atau sejenisnya) adalah Pakaian Ku, dan Keagungan adalah Sarung Ku. Barang siapa mencoba memakainya  (bisa salah satu dari keduanya) Aku akan lemparkan dia ke neraka jahanam”. Dan dalam firman lain Allah mengatakan “Kesombongan adalah pakaianku, siapa yang mencoba memakainya akan Aku hancurkan”.
Sombong dalam pengertian disini adalah sesungguhnya, bukan sombong dalam pengertian sehari-hari misalnya “Sombong kamu, nggak mau mampir kerumahku”, karena bisa saja orang yang tidak mampir itu memang tidak berencana mampir dan seterusnya. Bukan yang pengertian sombong seperti ini maksud kalimat sombong di atas.
Yang dimaksud dengan pengertian sombong disini adalah pengerian yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia lainnya. 
Bentuk kesombongan pertamakali terjadi di jagat raya ini adalah, saat Iblisbeserta malaikat diperintahkan untuk sujud kepada Adam. Dan Iblis tidak mau dengan alasan ia lebih baik (merasa adam itu lebih rendah darinya), karena adam diciptakan dari tanah, sedangkan Iblis diciptakan dari Api. Yang berkibat iblis itu menjadi makhluk terkutuk karena sifat sombongnya.
Sombong itu merasa lebih baik, lebih hebat, lebih baik keturunannya, lebih baik nasabnya, lebih bijaksana, lebih cantik, atau sifat lebih lainnya. Merasa diri lebih dibandingkan dengan orang lain, bahkan menganggap orang lain lebih buruk. Atau kata lebih diganti dengan kata  paling.
Menganggap garis keturunannya lebih baik dari yang lain juga termasuk sifat sombong. Alhamdulillah Allah telah merencanakan sedemikian rupa, yakni nabi Muhammad tidak mempunyai garis keturuhan dari anak laki-laki, (memang ada laki-laki putra beliau, namun meninggal pada usia balita). Karena bangsa arab menganut keturunan yang berdasar garis laki-laki/ayah/patrilineal). Sejalan dengan itu juga, bahwa garis keturunan bukan alasan seseorang pasti lebih baik, contoh lainnya,  paman kandung nabi Muhammad ada 4 orang, 2 orang tetap musrik (Abu Lahab dan Abu Thalib) dan 2 orang muslim (Hamzah dan Abbas).  Demikian juga agama besar lainnya Nabi Isa/Yesus, tidak memiliki keturunan. Karena sesungguhnya dimata Tuhan itu, tidak ada kelebihan/perbedaan manusia antara satu dengan lainnya, melainkan hanya bisa dibedakan atas tingkat ketakwaannya saja.
Karena salah satu sabda beliau mengatakan. “Sesungguhnya tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji zarrah”. Dan ternyata sifat sombong itu lebih buruk dari perbuatan syirik.
Oleh karena itu mari kita hindari dan jauhi perbuatan dan sifat sombong itu. Saling mengingatkan untuk menjauhinya.  (MS Siregar, Pekayon, 16 Juni 2017)

Senin, 13 Juni 2022

LELAKI TELADAN DAN KELUARGA TELADAN

 LAKILAKI/AYAH DAN KELUARGA TELADAN

Nabi Adam dan Nabi Nuh(Noah) 
Tokoh personal dan nabi yg menjadi contoh. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Nabi Adam ikut juga makan buah khuldi di Sorga dan anaknya Kabil membunuh khabil dan ini adalah penumpahan dan pembunuhan atau dosa besar pertama di muka bumi ini.
Nabi Nuh yang taat atas perintah Tuhan untuk mebangun perahu besar setelah berdakwah sekian lama. Ternyata tidak bisa membawa putranya dan istrinya yg membangkang.
Di dunia ini pun tidak selalu orang tua bisa mengcopy sifat baik ke anaknya. Ayahnya ustad anaknya bisa saja narkobaer, anaknya pejabat anaknya bisa saja penjahat. Demikianlah ukuran kesuksesan tidak selalu berbanding lurus dgn keturunan.
Keluarga yg sukses dicontohkan adalah Ali Imran (Joachim) yg merupakan orang tua Maryam (Mary) ibunda nabi Isa. Merupakan contoh keluarga yg memiliki putri. Dan karena keterbatasannya menyerahkan pendidikan putrinya kepada Nabi Zakaria. Namanya di abadikan di Qur'an walaupun beliau bukan nabi ataupun rasul.
Keluarga kedua yg patut di tauladani adalah keluarga Ibrahim (Abraham) yg banyak menurunkan ibadah kaum muslim yg merupakan peristiwa napak tilas nabi ibrahim dan keluarganya al; prosesi haji, sa'i, melontar jumrah, qurban dan lain sebagainya. Dan beliau juga bergelar bapaknya para nabi (ulul anbiya). 
Dua yg pertama adalah individunya dan dua yg kedua adalah keluarganya
QS 3:34 
14 Juli 2020